Selasa, 02 Juni 2009

BUDIDAYA LELE SANGKURIANG

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.

Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).

Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele Sangkuriang.

Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama Lele Sangkuriang. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).

Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m - 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.

Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.

Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:

Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.
pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.
Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.

Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.

Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk L mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.

Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.

Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:

a. Persiapan kolam tanah (tradisional)



Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).



Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).




Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.

Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian air kolam.
Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
b. Persiapan kolam tembok
Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.
c. Penebaran Benih
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
d. Pemberian Pakan
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
e. Pemanenan
Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.


Proses Produksi pada kegiatan pembesaran disajikan Tabel 1.

Tabel 1
Proses pembesaran lele Sangkuriang di bak tembok.

Kriteria Satuan Pembesaran
Ukuran Tanaman
- Umur hari 40
- panjang cm 4 - 8
- bobot gram 4- 6
Ukuran Panen
- Umur hari 130
- panjang cm 15 - 20
- bobot gram 125 - 200
Sintasan % 80-90
Padat Tebar Ekor/m2 50-75
Pakan
- Tingkat Pemberian % bobot 3
- Frekuensi Pemberian kali/hari 3
Tingkat Konversi Pakan 0,8 - 1,2

Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.

Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.

Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.

Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.

Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.
Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.
Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.
Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.
Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).
Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK
Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik
Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.

Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.
ANALISA USAHA
Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik

1. Investasi
a. Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,- = Rp 1.000.000,-
b. Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,- = Rp 1.500.000,-
c. Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,- = Rp 750.000,-
Rp 3.250.000,-
2. Biaya Tetap
a. Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn = Rp 1.000.000,-
b. Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn = Rp 750.000,-
c. Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn = Rp 150.000,-
Rp 1.900.000,-
3. Biaya Variabel
a. Pakan 4800 kg @ Rp 3700 = Rp 17.760.000,-
b. Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,- = Rp 2.021.052,63
c. Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,- = Rp 300.000,-
d. Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,- = Rp 200.000,-
e. Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,- = Rp 3.000.000,-
f. Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,- = Rp 1.200.000,-
Rp 24.281.052,63
4. Total Biaya
Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63
= Rp 26.181.052,63
5. Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000,
6. Pendapatan
Produksi - (Biaya tetap + Biaya Variabel)
= Rp 28.800.000,- - ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63)
= Rp 2.418.947,37
7. Break Event Point (BEP)
Volume produksi = 4.396,84 kg
Harga produksi = Rp 5.496,05

Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya
Selanjut'e Di BUDIDAYA LELE SANGKURIANG

ATUR PAMBAGYO LAN SUGENG RAWUH

Esthining manah panembah kula namung dhumateng ngarsaning Gusti Kang Akarya Jagad ingkang mengku saliring papadhang tansah ambubuhi sagunging tusnuwuh lan ngreksa sagunging dumadi. Sumangga sami hanenuwun murih kasembadaning sedya ingkang utami sageda tata titi tentrem karta raharja sarta tinebihna saking sadaya panyeluding wisayaning ngagesang.

Para sutresna kabudhayan Jawi,

Bilih blog ALANG ALANG KUMITIR punika karacik, rinumpaka tuwin karipta boten namung mligi kangge nglempakaken kaweruh ulah kabatosan ingkang sinengker ing serat-serat Jawi kina titilaranipun para leluhur kita, nanging ugi saperlu kangge hangonceki basa sasandhining sadaya piwulang kalawau ginayuh sarana imbal wacana antawisipun kula lan panjenengan para maos.

Ewadene “perlu kawuningan bilih pun pangripta sanes ahli ing babagan pambabaring kawruh/ngelmi lan sastra Jawi kina” ingkang ukaranipun kathah ingkang kirang cetha maksud suraosipun, tlesihing panjarwa bab tembung-tembung ingkang pinanggih ing kitab-kitab Jawi kina punika ingkang boten kalimrah ing pasrawungan padintenan. Ananging sadaya piwulang Jawi ingkang tansah dinapur ing pralampita titilaranipun para leluhur kita punika kedah kababar malih murih sageda dipun wuningani punapa ingkang dados suraosipun saengga badhe migunani sarta ambrekahana ing akathah.

Panggelaring sadaya piwulang ingkang kawursita ing salebeting kitab-kitab kados dene Primbon tamtu wigatos sanget supados kita saged amanggihi usada ingkang sampun cetha wela-wela aben abenan lan tumanjanipun, dados boten sami kinen ambatang adeging cacangkriman malih. Manawi sampun kita jinggleng maksud suraosing sadaya piwulang kalawau, tamtu kita boten badhe sami rebah ing sekar cempaka, tansah winadungan, tinegoran, tinutuhan, lan kaprapalan erining pung secang, tegesipun amastani dhateng manungsa ingkang tanpa nindhakaken ing dugi prayogi, tanpa ngati-ati, surti tuwin riringa.

Hewadene anggenipun kita nyumerebi dhateng suraos tuwin maksudipun ukara ing salebeting piwulang wau, pamendhetipun kedah mawi pangot waja kanthi landheping panggraita, inggih punika papadhanging pangangen-angen. Kawontenanipun tiyang ingkang saweg nglamuri among urub bramaning kasengseman angobar-ngobaraken hawa nafsunipun, saestu boten angrewes dhateng sawarnaning piwulang sae arupi ulah kabatosan ingkang sinengker ing rerangkening ukara ingkang rinangkul ing saklebeting serat-serat Jawi kina punika.

Kosokwangsulipun rumaos eca lan sakeca yen anglampahi saliring pandamel ingkang sami nerak angger-angger tinarajang ing wewalering kasusilan tinebihna saking pawartos kabingahan. Ananging para ulah katentreman sakalangkung resep andulu dhateng para ingkang sami kalis saking babandaning hawanafsu ateges boten kapincut ing kabingahan kasugihan, kamukten lan saksaminipun. Dados gesangipun sampun boten kapurasa dening eca-sakeca tuwin bingah sisah, darbekipun namung tansah anglenggahi dhateng ulah katentreman.

Pangimpun sami nothol daya-daya kumawantun kepingin ndherek ambabar piwulang Kejawen ing pangajab sageda kabudhayan Jawi ingkang hadiluhung punika saged kondhang kaonang-onang ing saindhenging jagad nata. Ing wusana, mugi berandawarta ALANG ALANG KUMITIR punika wonten pigunanipun lan boten badhe andadosaken iba kuciwaning penggalih panjenengan sadaya.

Nuwun.
Selanjut'e Di ATUR PAMBAGYO LAN SUGENG RAWUH

Astroid Besar Mendekati Bumi


Sebuah asteroid berukuran sebesar gunung mendekati bumi dengan kecepatan tinggi. Batu angkasa itu melintas amat dekat dengan planet kita kemarin, hampir sama dengan jarak bulan dari bumi. Para pakar menjamin asteroid XP 14 itu tidak perlu dikhawatirkan karena tidak akan menabrak bumi.

"Ini sama sekali bukan ancaman bagi bumi," kata Don Yeomans, Kepala Program Obyek Dekat Bumi di badan antariksa Amerika Serikat NASA. bumi.

Para pengamat bintang amatir dapat mengamati sekilas batu kosmik itu melintas di langit pada kemarin dini hari. Asteroid ini dapat terlihat di arah konstelasi Perseus, Cassiopeia, dan Cephus serta terlihat seperti titik yang bergerak. Penduduk di pesisir barat Amerika Serikat bakal menyaksikan lintasan terdekat asteroid dengan bumi pada Senin malam, 04.44 GMT.

Asteroid yang dijuluki 2004 XP14 itu ditemukan 10 Desember 2004 oleh Lincoln Laboratory Near Earth Asteroid Research. Lembaga itu memasang kamera pemantau yang terus mengawasi asteroid yang mungkin melintas terlalu dekat dengan bumi.

Lembaga Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, telah mengklasifikasikan asteroid ini sebagai asteroid yang berpotensi membahayakan. Pertimbangannya, orbitnya terlalu dekat dengan bumi dan ukurannya amat besar.

Asteroid yang masuk kategori ini adalah yang berukuran lebih dari 100 meter dan melintas kurang dari 7,5 juta kilometer. Para astronom telah mendata 796 asteroid yang masuk kategori ini.

Beberapa pakar berspekulasi asteroid tersebut akan menabrak bumi pada akhir abad ini sehingga mengawasinya dengan ekstrahati-hati. Namun, analisis lebih lanjut menampik kemungkinan terjadinya tumbukan, paling tidak dalam beberapa dekade ke depan.

Untuk memastikannya, para astronom akan berupaya menaksir ukuran dan bentuk asteroid ini dengan menganalisis gelombang radio berfrekuensi amat tinggi yang dipantulkan permukaan batu itu.

Pengukuran menggunakan radar juga dilakukan terhadap jarak dan kecepatan asteroid itu untuk mencari informasi tepat mengenai orbitnya. Para ilmuwan juga bisa mengungkap berapa massa juga densitasnya, sebuah indikator komposisi keseluruhan dan struktur internalnya.

Mereka berencana memanfaatkan radar Goldstone milik NASA yang berdiameter 70 meter. Radar ini punya antena terbesar dan paling sensitif di Deep Space Network. Antena Goldstone yang terletak di Gurun Mojave, California, ini telah dipakai berulang kali untuk memantulkan sinyal radio ke asteroid dekat bumi lainnya. Pemantauan terhadap 2004 XP14 akan dilakukan pada 3, 4, dan 5 Juli.

Asteroid 2004 XP14 ini adalah anggota kelas asteroid Apollo yang memiliki orbit melintasi bumi. Nama itu berasal dari Apollo 1862, asteroid pertama yang ditemukan. Sekarang diketahui ada 1.989 asteroid dalam kelas itu. Ukuran 2004 XP 14 sebenarnya belum diketahui pasti. Namun, berdasarkan kecemerlangan cahayanya, diduga diameternya sekitar 410-920 meter.

Pada 13 April 2029, para pengamat di Asia dan Afrika Utara memperoleh kesempatan melihat asteroid lain tanpa perlu teleskop. Asteroid 99942 Apophis, yang berukuran 300 meter, diperkirakan dapat terlihat mata telanjang ketika melintas pada jarak 32 ribu km dari bumi. Astronom menyatakan asteroid seukuran itu mendekati bumi sekali dalam 1.500 tahun.
Selanjut'e Di Astroid Besar Mendekati Bumi
(+-Sugeng Rawuh-+) © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute